Modul : Angkut Logistik Aparat Jadi Sebab Pasukan TPNPB-OPM Tembak Pesawat Asian One Air
Dalam keterangan tertulis yang diterima seputarpapua.com, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut penembakan pesawat dilakukan oleh Batalyon Ndimbu Guya pimpinan Arodi Kulua dan Lewis Kogoya.
Menurut keterangan kelompok itu, mereka mengaku telah menembak pesawat yang mengangkut logistik milik TNI pada pukul 07.00 WIT.
“Dalam laporan Ordi dan Lewis menyampaikan pesawat tersebut dari luar, masuk ke Beoga membawa peralatan (logistik) TNI, maka mereka menembak. Pada tembakan pertama dia (pesawat) hendak mau kembali (terbang), kami pun menembak bertubi-tubi, akhirnya pesawat tersebut mendarat dengan terpaksa di Bandara Beoga dan tidak jadi kembali,” kata Sebby Sambom.
Sebby menyebut, penembakan dilakukan karena TPNPB sudah berulang kali menyampaikan kepada pemerintah Indonesia dan dunia internasional agar tidak menerbangkan pesawat di wilayah perang.
“Namun pemerintah Indonesia masih saja kepala batu, menerbangkan pesawat masuk di wilayah zona perang, maka kami akan targetkan pilot kali ini,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo membenarkan adanya peristiwa penembakan pesawat yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIT.
Danrem dalam keterangannya menerangkan suara tembakan berasal dari arah utara Pos Bandara atau pada ujung lapangan terbang.
Usai terjadi penembakan terhadap pesawat, 1 tim personel Satgas Pamtas Mobile Yonif Rider 303/SSM Kostrad yang dipimpin Serda Ritonga langsung melaksanakan pengamanan parimeter bandara, dan pengejaran pelaku penembakan.
Danrem juga mengatakan Pilot dan Co-Pilot usai kejadian langsung diamankan personel dari Pos Beoga (Satgas Pamtas Mobile Yonif Rider 303/SSM Kostrad).
Kemudian saat dilakukan pengecekan terhadap kondisi pesawat, terdapat 2 bekas (lubang) tembakan pada bodi atau bagian depan pesawat dan samping kiri atau tempat cargo
Admin: by sel
Komentar
Posting Komentar